Jan 9

 

MOHON DIBACA DENGAN HATI…..

Kepada saudara mahasiswa PGSD FKIP UNS Semester 7 yang mengikuti perkuliahan saya, berikut ini saya upload nilai perkuliahan dari Uk 1 sd UK 4 beserta nilai akhir. Harapan saya, file nilai yang anda download ini dapat menjadi alat refleksi atas perjalanan kebersamaan kita dalam perkuliahan selama semester ini. Selain itu, dengan memegang file ini anda dapat melakukan komplain jika terjadi kesalahan penilaian. Komplain kesalahan penilaian yang saya layani adalah kesalahan teknis seperti penjumlahan, tertukarnya data penilaian karena identitas yang mirip, dan kesalahan penulisan data serta identitas. PENTING: Setelah nilai ini saya rilis, artinya saya tidak lagi menerima komplain berupa permintaan perbaikan nilai dari mahasiswa yang lulus tetapi “merasa” kurang baik. Prosedur perbaikan nilai oleh mahasiswa yang sudah dinyatakan lulus KKM suatu mata kuliah telah diatur dalam standar prosedur perkuliahan (red: memperbaiki di tahun berikutnya). Untuk mahasiswa yang dinyatakan belum lulus pada salah satu UK diharapkan segera melakukan konfirmasi  untuk melakukan proses remidiasi yang saya selenggarakan tanggal 9 sd 12 Januari 2012. Silahkan download sesuai nama mata kuliah dan kelasnya:

1) Nilai All Musik 7D Releases

2) Nilai All Musik 7F Releases

3) Nilai Musik 7B All Releases

4) Nilai Drama 7F All Releases

5) Nilai Musik 7A All Releases

6) Nilai Drama 7C All Releases

Demi keamanan, setiap file saya proteksi dengan password, yang mana password tersebut dapat anda dapatkan dari koordinator kelas anda. Berikut ini nama-nama koordinator kelas yang saya titipi password tersebut: 1) Kelas 7D sdri. Mareka Yo Shinta, 2) Kelas 7F sdr. Taufik Malendra, 3)Kelas 7B sdr. Wahidah Purwaningsih, 4) Kelas 7A sdr. Afeq, 5) Kelas 7C sdr. Galih Yansa. Selain itu, password juga bisa anda dapatkan di status wall FB saya di Karsono Dwijo. Untuk kelas yang nilainya belum saya upload artinya masih dalam tahap menunggu proses remidiasi mahasiswa. Demikian pemberitahuan dari saya, semoga bermanfaat dan semangat selalu. Selamat Merayakan Hasil Kerja.

 

PDF    Send article as PDF   
Jan 3

Berikut ini saya upload nilai kuliah dasar-dasar pendidikan musik anak. Untuk passwordnya silahkan hubungi koordinator kelas, Kelas 3A (saudara indah) kelas PASER (saudara forry):

NILAI KULIAH PAUD 3A

NILAI KULIAH PAUD PASER

Terima kasih.

PDF Creator    Send article as PDF   
Dec 23

Resensi Musik Oleh: Mareka Yo Shinta, K7108175, VII D, PGSD FKIP UNS

Sumber Video: http://www.youtube.com/watch?v=WluxAbMYfY8&feature=related

Pungmulnori atau Nong-ak merupakan salah satu musik tradisional rakyat di Negara Korea Selatan. Pungmulnori adalah permainan musik petani yang dipentaskan oleh kelompok pemusik yang terdiri dari para petani (Nongaktae). Oleh karena merupakan permainan musik petani, maka Pungmulnori atau Nong-ak ini biasa disebut juga dengan musik petani. Permainan musik Pungmulnori berakar dari ritual shamanisme dan dipentaskan beramai-ramai sebagai bagian dari madangnori, pertunjukan musik dan tari rakyat yang dimainkan di lapangan terbuka. Setiap orang berpartisipasi memainkan alat musik dan menari bersama-sama. Dalam permainan musik Pungmulnori ini dimasukkan unsur permainan alat musik, tarian, akrobat dan nyanyian. Elemen utama dari Pungmulnori adalah permainan alat musik perkusi. Setiap kelompok pemusik memiliki satu atau lebih pemain kkwaenggwari (gong kecil), sogo (genderang kecil), janggu (gendang panjang), buk ( gendang besar) dan jing (gong besar). Alat musik tiup yang bernada tinggi juga dimainkan untuk mengiringi, seperti taepyongso dan nabal. Read the rest of this entry »

Oct 16

Pagi ini Kampus UNS Kleco begitu  hangat. Secangkir kopi, sebungkus snack, dan riuh peserta sertifikasi guru yang sedang ujian peer teach, seperti kebetulan-kebetulan tak ter-kira-kan, yang kemudian tertangkap sinyal rasa sebagai orkes kehidupan indah pagi hari. Jadi inget dongeng sahabatku, seorang pakar budaya jawa, bahwa dalam khasanah narasi pewayangan seringkali sang dhalang berujar…”Lir Dwija Wara Mbrengengeng…“. Kata dia, kalimat indah itu memilik arti..”Bagaikan suara kumbang yang berdengung…” Andai dikaji secara konteks, kalimat itu bercerita tentang suasana pembelajaran di padepokan, di malam hari, di suatu hutan, di mana para ksatria calon-calon raja, dididik dan ditempa kemampuan perang dan ilmu tata negaranya…ah indahnya. Yah indah…sang dwija wara mbrengengeng konon boleh juga ditafsir sebagai “…suara guru yang riuh rendah mendedahkan ayat-ayat ilmu untuk siswa-siswinya”. Jadi inget, setahun yang lalu ketika diklat di LPMP Jateng di daerah Srondol Semarang. Berhari-hari bermalam-malam, dididik untuk menjadi abdi negara yang baik oleh para trainer yang juga disebut dengan nama yang indah “widyaiswara“.

Read the rest of this entry »

Oct 15

 

Suatu hari, dalam suatu pengajian, di suatu sekolah, pada masa aku masih remaja, tak sengaja aku dihadapkan pada suatu ayat yang begitu menyentuh hati. Yah…ayat…baris-baris kalam ilahi yang kurang lebih artinya “…wahai manusia…sesungguhnya aku (Allah) telah menciptakan kamu semua berbangsa-bangsa dan bersuku-suku, (agar) kalian saling mengenal…sesungguhnya yang paling mulia di sisi-Ku di antara kamu, adalah yang paling bertakwa..”. Lama..lama sekali waktu berlalu sehingga resapan ayat ini tak begitu terasa lagi di hati…hingga suatu hari…aku dipertemukan dengan ayat kauniyah, yah kenyataan kontekstual yang menjadi bukti dari kalam ilahi tersebut.

Tepatnya 9 tahun selepas masa remaja terlewati, kutemui kenyataan keberbagaian manusia, keberagaman budaya, ketidaksamaan kebiasaan, dan variasi ekspresi kehidupan. Aku menemuinya, ketika satu pintu ilmu kupilih untuk memahami dunia nyata. Pintu itu diberi nama oleh para ahli dengan nama yang indah “Etnomusikologi”. Dari pintu ini, aku melihat kenyataan, bahwa manusia bisa berbeda dan boleh berbeda, baik berbeda bangsa, budaya, berbeda wujud fisik, berbeda pemikiran, berbeda keyakinan, berbeda jalan hidup, berbeda pandangan, berbeda nasib dan keberuntungan, berbeda ideologi, strata sosial, tingkat pendidikan dan berbeda…berbeda yang lain…yah kita boleh berbeda karena memang diciptakan berbeda-beda..itulah kenyataan ….ayat kauniyah ilahi..

Dari pintu bernama “Etnomusikologi”, aku mendapat kesempatan memandang, bahwa keberbagaian, keberbedaan, keberagaman kenyataan tersebut selalu disertai lapis-lapis kenyataan lain yang juga berbeda-beda. Orang dengan kondisi ekonomi yang berbeda, konon selera makannya berbeda, selera pakaiannya berbeda, selera tidurnya berbeda hingga selera musiknya juga berbeda. Orang dalam kondisi alam yang berbeda konon memiliki cara berburu yang berbeda, cara berkoloni yang berbeda, cara menyerang yang berbeda, cara bertahan yang berbeda, cara bercinta-cintaan yang berbeda, hingga cara bermain musik yang berbeda.

Ahhh…aku dulu pernah di sana. Ya, aku pernah di sana, membuka daun pintu itu dengan penuh antusias, lalu berdiri memandang cakrawala budaya dunia. Sambil tersenyum, kuhirup nikmatnya aroma tembakau Banyuwangi, kucecap asamnya chuko Palembang, kulumat Gurihnya Empal Gentong Indramayu, kuhisap dengan takzim kerang Kuala Tungkal ahhh indahnya…..Aku dulu memang pernah di sana, dan mungkin akan kembali kesana. Kata “mungkin” memang agaknya menjadi kata yang tepat untuk menggambarkan bahwa segalanya bisa saja terjadi dan atau tidak terjadi. Namun satu hal…bahwa semangat “taaruf” selalu menggelora di hati, untuk melihat keberbagaian bangsa dan suku-suku dengan segala ekspresi budayanya. Yah memang satu hal, hanya satu hal itu yang membuatku selalu bersemangat untuk kembali membuka pintu itu.

Create PDF    Send article as PDF   
Oct 15

Kepada mahasiswa PGSD dan PG-PAUD FKIP UNS, demi privasi,  keamanan, dan kenyamanan, maka ruang perkuliahan saya alihkan ke situs e-learning resmi FKIP UNS dengan alamat semar.fkip.uns.ac.id. Untuk prosedur dan sistem perkuliahan, silahkan download panduan di situs e-learning tersebut. Selanjutnya, blog ini tetap aktif namun hanya digunakan untuk merilis berbagai artikel, baik ilmiah, populer, maupun fiksi.

Terima Kasih

PDF Printer    Send article as PDF   
Apr 13

Evolusi Sebagai Sebuah Perspektif

Heddy Ahimsa, salah seorang antropolog senior dari Universitas Gadjah Mada Jogjakarta selalu mengingatkan perlunya paradigma yang kokoh dalam setiap penelitian . Paradigma sangat penting untuk membangun sebuah revolusi pengetahuan (scientific revolution) sebagaimana yang digelorakan oleh Thomas Kuhn. Oleh karena itu dalam tulisan ini, saya mencoba menerapkan paradigma evolusi dalam melihat perkembangan garap musikal yaitu Timpal Trebang Banyuwangi. Dengan demikian penelitian ini obyek materialnya adalah Timpal Trebang Banyuwangi dan obyek formalnya adalah evolusi.
Asumsi dasar dari penelitian kecil ini adalah bahwa perkembangan musik Hadrah menjadi Kuntulan membawa unsur yang yang ikut berkembang yaitu jalinan permainan trebang yang disebut Timpal. Seperti halnya evolusi organisme, Timpal trebangan berkembang dari struktur jalinannya yang sederhana menuju kepada jalinan yang lebih rumit. Perumusan masalah dalam penelitian ini mempertanyakan bagaimana bentuk perkembangan Timpal dari Hadrah menuju Kuntulan.
Read the rest of this entry »

Dec 3

Menjelang akhir kekuasaan orde baru, ketika kekuatan rezim mulai melemah, saya sempat mengamati munculnya keberanian beberapa budayawan mengkritik kecenderungan seni, kaitannya dengan kuasa politik masa itu. Beberapa kritik menuduh seni masa orde baru berada di “bawah kendali” kekuasaan otoriter. Akibatnya, semangat berkesenian terkesan jelas mengabdi pada kekuasaan rezim, sehingga wujud ekspresinya seragam. Keseragaman bisa jadi muncul karena motivasi seniman mencari aman, bisa juga karena memang diseragamkan, dengan “strategi kebudayaan” berpayung ketetapan hukum yang politis. Read the rest of this entry »

Nov 1

Setelah mati suri selama lebih kurang 30 tahun, kebo-keboan bangkit lagi. Catatan Stoppelaar berangka tahun Desember 1925 menyebutkan–kebo-keboan merupakan ritus pertanian masyarakat Osing Banyuwangi, yang terkait dengan sisa-sisa totemisme, suatu kepercayaan tentang karakter binatang yang menyatu dalam jiwa manusia. Pada kebangkitannya, totemisme dalam kebo-keboan mulai memudar, yang muncul kemudian justru gengsi sosial sosial dan kepentingan pemerintah, untuk menjadikannya sebagai aset wisata budaya Banyuwangi. Read the rest of this entry »

Oct 13

Latar Pembuka

Penerapan paradigma strukturalisme Levi-Strauss, baik untuk menganalisis sebuah novel maupun untuk membangun studi mengenai kebudayaan sampai hari ini masih dipandang sebuah kegiatan ilmiah yang sulit dilakukan, terutama di Indonesia. Ahimsa melihat bahwa kesulitan tersebut disebabkan beberapa faktor, diantaranya paradigma struktural yang diilhami linguistik, padahal linguistik sendiri belum belum begitu populer di Indonesia. Faktor kedua adalah kebaruan epistemologi dalam strukturalisme yang bebeda dengan positivistik ala ilmuwan sosial budaya Indonesia, dan ketiga adalah kesulitan memahami paradigma ini karena data yang begitu rinci disajikan Levi Staruss dalam analisisnya.[1]

Dalam makalah kecil ini, saya berusaha untuk menerapkan paradigma strukturalisme untuk melihat novel Laskar Pelangi karya Andrea Hirata. Ada suatu hal yang melatar belakangi saya untuk membuat makalah ini. Pertama, ketika novel Laskar pelangi meledak di pasaran Indonesia tahun 2006-2008 dan kemudian diikuti booming filmnya tahun 2009, entah mengapa saya tidak begitu tergoda untuk ikut dalam arus besar ingar bingar menyaksikan maupun membaca novelnya. Namun pada suatu hari, seorang rekan memberi saya novel itu untuk meminta pendapat dalam sebuah diskusi kecil. Pada saat saya membaca novel itu, saya terheran-heran. Pasalnya, saya tidak bisa terlibat secara emosional dengan alur novel itu seperti rekan-rekan saya selama ini menceritakan daya tariknya. Yang terjadi adalah, tahap demi tahap saya justru tertarik pada model-model kecenderungan tertentu dari cerita tersebut. Beberapa hari saya coba berhenti membaca dan mencari mood suasana untuk membacanya di lain hari. Tetapi ketika kembali saya membaca novel itu, kembali juga gugusan-gugusan kecenderungan itu semakin bermunculan di kepala saya.

Read the rest of this entry »

« Previous Entries